Desa-Desa Diminta Susun Peta Potensi Lokal
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menginstruksikan agar setiap desa segera memetakan potensi kearifan lokal yang ada di wilayahnya — baik itu budaya, sumber daya alam, maupun kearifan tradisional — untuk selanjutnya dikembangkan menjadi aset ekonomi dan sosial bagi warga. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Bupati Joune Ganda saat menyoroti pentingnya peran desa sebagai ujung tombak pembangunan daerah.
Menurut Ganda, pengembangan kearifan lokal tidak boleh statis — melainkan harus dimanfaatkan secara kreatif bersama berbagai peluang ekonomi maupun inovasi digital, sehingga manfaatnya bisa dirasakan luas oleh masyarakat desa.
Dorongan Integrasi Digital & Ekonomi Desa
Gagasan ini muncul di saat Pemkab Minut tengah gencar mendorong transformasi digital dan inklusi ekonomi di desa-desa. Di antaranya, pemerintah memperhatikan pengelolaan dana desa secara tepat dan mendukung pembangunan berbasis kebutuhan riil warga.
Di sisi lain, inisiatif seperti pembentukan koperasi desa serta penerapan layanan digital di tingkat lokal — termasuk sistem informasi desa maupun layanan e-commerce untuk produk lokal — dianggap sangat relevan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat pedesaan.
Menuju Desa Mandiri & Berdaya Saing
Langkah ini dimaknai sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang mandiri secara ekonomi, sekaligus menjaga dan melestarikan identitas budaya setempat. Dengan memadukan kearifan lokal dan teknologi, diharapkan desa-desa di Minut bukan hanya berkembang, tapi juga lebih tangguh menghadapi tantangan zaman.
Penekanan pada transparansi pengelolaan dana desa dan pemberdayaan ekonomi melalui koperasi atau UMKM lokal menjadi bagian integral upaya tersebut — agar manfaat pembangunan betul-betul dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya sebatas proyek infrastruktur.
Tantangan & Harapan ke Depan
Meski langkah ini mendapat apresiasi luas, tantangan menyusun peta potensi lokal bagi setiap desa — termasuk identifikasi potensi dan sumber daya manusia, kapasitas digital, serta kolaborasi desa — tidak bisa dianggap ringan. Pemerintah desa bakal membutuhkan dukungan teknis dan sosialisasi agar inisiatif ini bisa berjalan optimal.
Namun bagi desa-desa yang mampu melaksanakan dengan baik, pendekatan ini menawarkan peluang nyata: peningkatan ekonomi, pelibatan komunitas, pelestarian budaya, dan kemandirian jangka panjang — sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan modernisasi dan daya saing.