Pemeriksaan Sanitasi di Watudambo II
Sejumlah petugas sanitarian dari Puskesmas Kauditan pada 2025 melakukan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) di Desa Watudambo II, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara.
Dalam inspeksi tersebut, petugas memeriksa aspek kebersihan lingkungan desa, termasuk kondisi fasilitas toilet — upaya yang dianggap vital untuk menjaga sanitasi dan mencegah penyebaran penyakit di masyarakat.
Tujuan Inspeksi: Sanitasi Sehat & Pencegahan Penyakit
Kegiatan IKL ini sejalan dengan fungsi puskesmas untuk memantau kualitas lingkungan di wilayah kerja mereka. Lewat pemeriksaan sanitasi, sanitasi air, kebersihan fasilitas umum dan rumah tangga, diharapkan warga bisa terhindar dari penyakit yang muncul akibat lingkungan yang kurang sehat — seperti masalah air dan sanitasi serta potensi penyakit menular.
Langkah ini juga mendukung upaya promotif dan preventif Puskesmas agar kesehatan masyarakat tetap terjaga, terutama di desa dan wilayah pedesaan.
Keterlibatan Puskesmas dan Petugas Sanitarian
Menurut laporan, Puskesmas Kauditan melibatkan tim sanitarian yang turun langsung ke lokasi — bukan hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada warga agar menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat (PHBS). Model inspeksi seperti ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga kualitas hidup komunitas, sebagai bagian dari tanggung jawab pelayanan kesehatan pemerintah di tingkat lokal.
Harapan dari Masyarakat dan Pemerintah Desa
Dengan dilaksanakannya inspeksi ini, diharapkan warga Desa Watudambo II bisa makin peduli terhadap sanitasi lingkungan rumah dan fasilitas umum. Selain itu, hasil inspeksi dan penyuluhan diharapkan mendorong perubahan perilaku — seperti pemeliharaan kebersihan, pengelolaan limbah, dan penggunaan sanitasi yang layak — sehingga potensi gangguan kesehatan lingkungan bisa menurun.
Pihak Puskesmas dan pemerintah desa menunjukkan komitmen dalam menjaga kesehatan lingkungan, berharap bahwa langkah ini bisa menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit secara berkelanjutan di Minahasa Utara.